Menjalin Keharmonisan Kekeluargaan Melalui Kemah Tafakur Alam

Dengan mengusung tema,  “Tanamkan Rasa Memiliki Natural Guna Menjadi Keluarga Yang Solid”, Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Natural kembali mengadakan Kemah Tafakur Alam. Kegiatan ini diadakan pada Minggu-Senin (23-23/12) di Wira Garden.

Selain menciptakan keharmonisan kekeluargaan antar magang dengan magang serta magang dengan pengurus dan staf ahli, kegiatan ini juga sebagai sarana refreshing. Hadir 36 anggota magang pada kegiatan yang menjadi salah satu parameter bagi magang yang nantinya akan diangkat menjadi pengurus.

Dihari pertama, kegiatan diisi dengan penyampaian materi dan simulasi oleh Pimpinan Redaksi Natural, Silvana Maya Pratiwitentang penulisan berita Straight News dan Feature. Disela-sela penyampaikan materi, mahasiswa semester 5 inimengutarakan harapannya, agar magang benar-benar menerapkan materi yang disampaikannya untuk dapat menulis berita dengan  baik dan benar.

Sedangkan untuk hari kedua, kegiatan diisi dengan Fieldtrip, dimana pengurus juga diikutsertakan dalam kelompok-kelompok berbaur dengan magang. Menurut Andri Nosya, selaku Kepala Bidang Kaderisasi, tujuan diikutsertakannya pengurus dalam fieldtrip untuk menyatukan pengurus dan magang, “Dari penyatuan itu, pengurus dan magang bisa saling kerjasama dan lebih dekat lagi,” terang mahasiswa jurusan Kimia ini (27/12).

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa kendala-kendala yang dihadapi oleh panitia. Hujan yang turun dari sore sampai malam sedikit menghambat acara yang sudah dijadwalkan. Kemudian, pelaksanaan yang bertepatan dengan akhir perkuliahan, sehingga beberapa magang sudah mengagendakan untuk liburan dengan keluarganya.

Pimpinan Umum Natural, Hermansyah Romadhona mengharapkan agar para magang benar-benar merasakan kekeluargaan dan indahnya kebersamaan di Natural, mempunyai mental yang inisiatif, pemberani, bertanggung jawab, jujur dan berwawasan tinggi serta selalu penuh semangat di Natural, dan bisa lebih banyak lagi memberikan kontribusinya untuk Natural.

Keakraban pun sudah mulai dirasakan oleh Fajrin Nur Aidha salah satu magang yang mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, banyak kegiatan yang belum pernah dia alami. Seperti, menulis featuredadakan di alam bebas, kemudian semakin akrab dengan pengurus melalui bermain games bareng. “Biasanya kan kalo di kegiatan lain suka ada perbedaan ini-itu dengan senior, tapi di Natural beda, menciptakan keluarga Natural yang solid sangat mudah tercapai di kegiatan ini. Ada banyak game di setiap pos fieldtrip yang semuanya ada hikmah saling percaya dan kebersamaannya,” ungkap mahasiswi berkerudung ini.(Nafilata)

Kegiatan Dies Natalis FMIPA


Dalam rangka memperingati Dies Natalis Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang ke-17, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) mengadakan berbagai kegiatan baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Kegiatan dalam jangka pendek diantaranya mengadakan seminar hasil penelitian, perlombaan kecil dan jalan sehat.

Dies Natalis FMIPA yang bertepatan pada (15/11) ini dilaksanakan pada akhir Desember. Hal ini agar kegiatan dies natalis berjalan pada akhir proses pembelajaran mahasiswa. Tujuan diadakannya kegiatan seperti perlombaan kecil ini adalah untuk  membangun sportivitas, kebersamaan antar angkatan dan antar jurusan di FMIPA.

Perlombaan-perlombaan yang diadakan pada (17-21/12) di sekitar lingkungan FMIPA ini terdiri dari lomba makan kerupuk, balap karung, lomba memasukan paku ke dalam botol, lomba voli dan bulu tangkis. Lomba ini diikuti oleh perwakilan tiap-tiap jurusan dan angkatan di FMIPA, Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) serta Himpunan Mahasiswa (Hima).

 “Lomba-lomba yang diadakan ini diharapkan mampu menumbuhkan sportivitas mahasiswa dalam berkompetisi,” ujar Dewi Aniatul Fatimah selaku anggota divisi jalan sehat dan games kecil.

Mengenai kegiatan dalam jangka panjang, Dewi menjelaskan bahwa BEM akan mengadakan olimpiade MIPA dan perlombaan futsal untuk umum. “Namun kegiatan ini baru dalam rencana masih belum pasti jadi dilaksanakan atau tidak,” tambah Dewi. (Puja)

PENGUMUMAN LOMBA ESAI ONLINE NASIONAL


Mohon maaf kepada seluruh peserta Lomba Esai Online Nasional UKMF Natural FMIPA Unila. Dikarenakan banyaknya naskah yang masuk, maka pengumuman diundur sampai tanggal 10 Januari 2013.
Pengumuman melalui website resmi kami disini (www.natural.web.id).


Panitia Lomba





UAS-ku Sukses Tanpa Galau


“Barangsiapa naik panggung tanpa persiapan, ia akan turun panggung dengan kehinaan.” Kalimat yang dikutip dari William Shakespeare ini mungkin bisa dipakai sebagai perumpamaan dalam menghadapi UAS semester ganjil yang dilaksanakan pada tanggal 3 Januari nanti. Agar mahasiswa FMIPA memiliki bekal dan strategi untuk menghadapi UAS tersebut, maka Rohani Islam (ROIS) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung mengadakan kajian bertemakan “UAS-ku Suskes Tanpa Galau”. Kajian rutin yang diadakan setiap hari selasa ini (18/12) menghadirikan salah satu motivator Lampung, Supriono, S.Si.

Supriono memaparkan bahwa UAS bisa dikatakan sama dengan perlombaan, sebelum menghadapinya kita perlu ada persiapan. Beberapa tips yang beliau sampaikan. Pertama lengkapi bahan ujian yang sudah diberikan dosen, seperti modul, slide presentasi, foto copy materi, dan sebagainya. Selanjutnya cari tahu tipe karakter dosen tersebut serta soal-soal yang sudah diberikan pada tahun sebelumnya. Lalu sesuaikan metode belajar terhadap waktu yang tersedia, jangan gunakan metode SKS (Sistem Kebut Semalam) atau SKSS (Sistem Kebut Setelah Shubuh).

Alumni jurusan Kimia ini juga mengatakan disaat sebelum H-1 kuasai atau hafalkan konsep-konsep materi, dan pada H-1 berlatih dengan mengerjakan soal-soal. Lalu biasakan untuk belajar kelompok dengan memilih teman-teman yang cukup serius, serta memiliki “level” diatas kita.

Tidak hanya tips sebelum menghadapi UAS, salah satu pengajar Nurul Fikri Bandar Lampung ini juga memiliki tips yang bisa dilakukan pada saat pelaksanaan UAS, yaitu datang paling tidak 10 menit sebelum UAS, agar tidak terjadinya kegugupan dalam mengerjakan soal. Selanjutnya bisa menggunakan strategi sesuai dengan slogan “Posisimu menentukan Prestasimu”.

Menurutnya, dalam mengerjakan soal kita dapat melihat dari tipe soal tersebut, antara lain Soal Putih, soal ini adalah jenis soal yang sudah pernah dikerjakan sebelumnya atau tingkat kesukarannya rendah, sebaiknya tipe soal jenis ini dikerjakan pertama kali. Lalu Soal Abu-abu, ini adalah soal yang membuat kita ragu dalam mengerjakannya dikarenakan rumus yang akan digunakan masih samar atau yang lainnya, sebaiknya tipe soal jenis ini dikerjakan kedua. Terakhir tipe soal Hitam, soal ini merupakan soal yang tingkat kesukarannya tinggi atau bahkan kita baru pertama kali melihatnya, maka sebaiknya soal ini dikerjakan terakhir kali.

“Adakah tips untuk ujian skripsi dan ujian kompre, kak?” Tanya Astri salah satu mahasiswa Jurusan Kimia pada saat sesi tanya jawab. Jawabnya, untuk ujian skripsi kuasai materi dari skripsi kita itu, sedangkan untuk ujian kompre biasanya para dosen menanyakan hal hal dasar yang ada pada semester awal. Terlebih dari itu semua, hal yang paling penting adalah berdoa sebelum dan sesudah ujian tersebut, tutup pria yang sebentar lagi akan me-launchingbukunya yang berjudul S3 (Super Success Student) ini. (Khairil) 

Dies Natalis FMIPA Tidak Melibatkan Seluruh Lembaga Kemahasiswaan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila)  merayakan Dies Natalis ke-17 yang diselenggarakan pada (14-23/12). Sesuai dengan tema tahun ini "FMIPA Berkarya untuk Lampung Sejahtera, Langkah Baru untuk Generasi Baru, Menyambut Era Baru yang Lebih Maju" diharapkan dapat  melahirkan pemuda-pemuda Lampung yang kaya akan karya demi generasi Indonesia yang lebih sejahtera.

Rangkaian dies natalis FMIPA sendiri terdiri dari jalan sehat, seminar hasil penelitian, turnamen futsal, olimpiade se-MIPA, Education politic, dan latihan kepemimpinan tingkat dasar.

Ferdi Ardian Tozer selaku ketua pelaksana memaparkan bahwa Dies Natalis merupakan salah satu program kerja rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya, yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antar Lembaga Kemahasiswaan (LK), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan mempererat tali silatirahim antar BEM dengan seluruh masyarakat  yang ada di FMIPA. 

Namun acara yang akan berlangsung di bulan Desemberini tidak melibatkan kepanitian dari seluruh lembaga kemahasiswaan yang ada di FMIPA. Padahal dies natalis yang diselenggarakn adalah dies natalis Fakultas, bukan dies natalis BEM.

Dies Natalis FMIPA, bukan Dies Natalis BEM
Miftah Farid Artama selaku Ketua Umum Himatika sangat menyanyangkan Lembaga Kemahasiswaan yang tidak dilibatkan dalam kepanitiaan. “Sangat disayangkan kenapa LK tidak dilibatkan secara langsung, karena mungkin saja banyak ide-ide kreatif yang bisa diberikandi luar BEM,” paparnya (15/12).

Menanggapi hal ini, Wakil BEM FMIPA Ahmad Khairuddin Syam  menyatakan bahwa kegiatan ini memang program kerja BEM dan juga melihat kesibukan dari masing-masing LK. Ketika jurusan memiliki dies natalis, penyelenggaranya dari himpunan mahasiswa. Tetapi kalau fakultas yang merayakan dies natalis, siapa lagi yang mengadakan kalau bukan BEM.

Yang jadi masalah sebenarnya bukan karena jurusan dan himpunan mahasiswa yang memiliki dies natalis. Karena belum tentu ulang tahun jurusan sama dengan Hima-nya. “Masing-masing organisasi punya hari jadi. Kalau memang ingin dioptimalkan, kenapa gak dioptimalkan dies natalis BEM-nya,” tungkas Miftah.

Ia juga mengiyakan kalau emang sudah ada kegiatan yang melibatkan semua elemen masyarakat FMIPA, tapi kegiatan itu hanya 1 kali setahun dan itu tidak cukup,karena efek dari kegiatan itu hanya 1 bulan sebelum kegiatan dan 1 bulan setelah kegiatan. “Suatu kegiatan akan menjadi kebiasaan kalau itu dilakukan secara berulang-ulang. Ada baiknya kegiatan yang melibatkan seluruh civitas akademika di FMIPA itu sering,” harapnya.

Tambahnya lagi, persiapan untuk dies natalis FMIPA terkesanterburu-buru karena diselingi dengan KWI. Coba diberikan waktu agak berjauhan antara KWI dan dies natalis. Karena dua-duanya agenda besar. Kalau memang harus bersamaan, sebaiknya diberikan kepanitian yang berbeda untuk mengurusi kedua agenda besar tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh Agung Supriyanto selaku Ketua Umum Himaki, menurutnya persiapan dies natalis sudah cukup baik, seperti pemasangan banner yang sudah dilakukan sejak sepekan lalu. Hal ini menunjukan kegiatan dipersiapkan dari jauh-jauh hari, hanya saja pihak penyelenggara belum mengklarifikasi kegiatan serta LK dan HMJ tidak terlibat dalam kepanitiaan.

Sosialisasi yang Kurang dan Kegiatan yang Tidak Sesuai Kultur.
FMIPA terbentuk pada 15 November 1995 melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.0334/O/1995 tentang pembukaan Fakultas Matematika Dan Ilmu pengetahuan Alam pada Universitas Lampung.

17 Tahun sudah FMIPA menjadi bagian dari Universitas Lampung. Tapi banyak dari mahasiswa MIPA yang tidak mengetahui dies natalis fakultasnya ini. “Saya juga gak tau berdirinya FMIPA itu kapan, sosialisasinya gak ada. Bahkan mahasiswa FMIPA pun mungkin gak tahu ulang tahun FMIPA itu kapan. Kalau ulang tahun masing-masing Hima atau UKM mungkin banyak yang tau. Seharusnya ada sosialisasi tentang itu,” tutur Miftah.

Hal senada dinyatakan oleh Ali Akbar, mahasiswa semester 3 ini tidak mengetahui kapan dies natalis Fakultas MIPA ini. “Saya gak tau kapan ulang tahun FMIPA,” jelasnya kepada pihak Natural (16/12).
Miftah melanjutkan kalau FMIPA punya ciri khas keilmuan. “Ketika ulang tahun jurusan banyak kegiatan yang berhubungan dengan saintis atau keilmuan dasarnya. Tapikenapa justru di tingkat fakultas gak ada saintisnya,” tutur Miftah.

Mahasiswa Matematika ini menjelaskan sebenernya ada kegiatan menarik yang semua orang bisa terlibat di dalamnya yaitu pameran setiap jurusan. Melalui kegiatan ini nantinya akanada suhu peningkatan kualitas. Setiap jurusan pasti akan memberikan yang terbaik untuk pameran itu. Jadi semua elemen yang ada di FMIPA terlibat.

Tambahnya lagi, rangkaian dies natalis diramaikan kegiatan kompetisi. Kompetisi itu bisa menyatukan atau memecahkan. Kompetisi yang disini niatnya baik tetapi bisa saja terjadi gesekan antara satu jurusan dengan jurusan lagi. Karena kompetisi harus ada yang menang dan kalah. Sportivitas itu baik, manfaatnya baik. Tapi terkadang sportivitas disalahartikan, yang melibatkan  keseluruhan dan posisinya sama rata hanya jalan sehat.Seharusnya  jangan terlalu banyak kompetisi. Dicari kegiatan yang memiliki peluang dan kontribusi yang sama,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Ferdi selaku kepala bidang sains dan teknologi memaparkan bahwa untuk dies natalis tahun ini diadakan dengan rentang waktu jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek dilaksanakan pada bulan Desember meliputi lomba-lomba, jalan sehat, dan seminar jurnal ilmiah  sedangkan untuk jangka panjang akan dilaksanakan bulan Maret, meliputi Olimpiade se-MIPA yang akan bekerjasama dengan himpunan mahasiswa di FMIPA, bakti sosial, dan futsal.

Dekan : Dies Natalis Fakultas dipercayakan Pada Mahasiswa
Menurut Eko Budiono selaku ketua umum Himbio beranggapan bahwa BEM selaku koordinator pelaksana kegiatan ini tidak masalah, asalkan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dari sebelumnya, lebih mengedepankan atau mengangkat tema FMIPA yang kental. “Harapannyakepada pihak dekan yaitu mengadakan panitia yang bisa bersama-sama ikut berpartisipasi dalam kepanitiaan dan jalannya kegiatan, tidak hanya mengawasi, membuka, dan menutup acara,” tuturnya.

Ditemui di kediamannya, Minggu (9/12)Prof. Suharso Ph.D., menjelaskan bahwa bulan Desember ini begitu sibuk untuk mempersiapkan Ujian Akhir Semester (UAS)mahasiswa dan rekapitulasi anggaran fakultas. Tetapi bukan berarti pihak fakultas tidak bertanggung jawab, hanya saja kami tidak bisa turun langsung mempersiapkan kegiatan tersebut.

“Dies Natalis Fakultas kami percayakan sepenuhnya kepada mahasiswa. Mengingat FMIPA umurnya tidak muda lagi. Kegiatan ini bukan ajang ceremonial belaka akan tetapi harus ada peningkatan mutu dan infrastruktur lebih berkualitas,” paparnya.

Masukan untuk BEM Tahun Depan
Sebenernya jika dilihat dari kepanitiaan dies natalis sudah mencangkup berbagai jurusan, karena anggota BEM berasal dari semua jurusan yang ada di FMIPA. Hal ini diungkapkan oleh Ahmad.

Menurut mahasiswa semester 5 ini, masukan yang diberikan terkait kepanitiaan dies natalis memang baik. “Masukannya baik tetapi karena memang sudah berjalan, tinggal dioptimalkan. Namanya organisasi, bentuk pembelajaran buat kita. Terima masukan saja, semoga ini menjadi pembelajaraan untuk BEM tahun depan,” inginnya. (Fajrin/Meri/Susi)

Ketapang, Penyuplai Oksigen Terbesar di FMIPA


Pohon ketapang dengan nama latin Terminalia cattapa L. adalah salah satu penyuplai oksigen terbesar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Hal tersebut karena jumlah pohon ketapang yang melimpah di kawasan FMIPA ini. Pohon ini bercirikan batang yang  besar, tingginya sampai 20 m lebih, daunnya selebar telapak tangan, berbentuk bulat telur, dan dua kali setahun daunnya gugur. Bunganya tidak berwarna tetapi harum baunya.

Ketapang merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara dan umum ditemukan di wilayah ini, kecuali di Sumatra dan Kalimantan yang agak jarang didapati di alam. Pohon ini biasa ditanam di Australia bagian utara dan Polinesia; demikian pula di India, Pakistan, Madagaskar, Afrika Timur dan Afrika Barat, Amerika Tengah, serta Amerika Selatan.

 Pohon ini cocok dengan iklim pesisir dan dataran rendah. Ketapang menggugurkan daun hingga dua kali setahun, sehingga tumbuhan ini bisa tahan menghadapi bulan-bulan yang kering. Buahnya yang memiliki lapisan gabus dapat terapung-apung di air sungai dan laut hingga berbulan-bulan, sebelum tumbuh di tempat yang cocok. Buahnya juga disebarkan oleh kelelawar.


Menurut Wasinton Simanjuntak, Ph.D., selaku dosen jurusan kimia menuturkan bahwa umur dari pohon ketapang sudah puluhan tahun dan masa kerja ketapang telah mencapai 23 tahun.
Dosen kimia ini melakukan penelitian terhadap pohon ketapang dan ternyata banyak sekali manfaat dari pohon ketapang, diantaranya :
- Daun yang mengandung tanin digunakan oleh industri kulit sebagai penyamak kulit, bahan bewarna hitam serta tinta.
 Buah mengandung minyak, protein, karbohidrat, dan lain-lain.

Selain manfaat berdasarkan dari penelitian Wasinton, manfaat lain dari pohon ketapang yaitu:
-          Biji ketapang dapat dimakan mentah atau dimasak, rasa dari biji ketapang  lebih enak dari biji kenari, dan digunakan sebagai pengganti biji amandel (almond) dalam kue-kue.
-          Biji ketapang dapat dijadikan sebagai sumber protein nabati yang sangat dibutuhkan oleh tubuh
-          Dapat dijadikan sumber karbohidarat meskipun kandungannya hanya sedikit.
-          Kalangan penggemar ikan hias dapat menaruh daun-daun ketapang kering di akuarium, khususnya ikan cupang (Betta spp.), dapat memperbaiki kesehatan dan memperpanjang umur ikan
-          Kayu dari pohon ketapang biasanya dijadikan bahan utama dalam pembuatan perahu.
-          Inti bijinya yang kering jemur menghasilkan minyak berwarna kuning hingga setengah dari bobot semula. Minyak ini mengandung asam-asam lemak yang berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh.
-          Biji ketapang dapat dimakan untuk memperlancar keluarnya ASI. (Tazkiya, Rudi, Adelfira, Aska, Wiwin, Windi, Nuryanti)


Gerakan Muslimah Peduli Palestina


Jerit tangis wanita muslimah dan anak-anak palestina begitu miris terdengar saat ribuan tentara Israel menyerang. Kebrutalan Israel seakan membabi buta menghancurkan Palestina. Hal inilah yang membuat sejuta umat muslim ikut berduka menyaksikan saudaranya  diperlakukan sedemikian rupa.

Muslim Indonesia terus mengirimkan para pejihadnya untuk membantu muslim-muslim Palestina. Tak hanya lelaki, para wanita ikut andil membela saudaranya meskipun dalam bentuk yang berbeda. Muslimah Indonesia  ini gencar melakukan perlawanan terhadap Israel dengan membantu do’a para saudaranya di Palestina. “Pertama yang kita tekankan di sini adalah do’a untuk mereka, sebagai muslimah seharusnya menyadari bahwa kita tidak di bawah tekanan siapapun seperti mereka,” ujar Naila Amalia selaku Kepala Biro Keputrian ROIS FMIPA Unila.

Kajian kemuslimahan pun sering diadakan oleh Bina Rohani Islam (Birohmah) dan berbagai lembaga dakwah kerohanian fakultas di Unila. Kajian-kajian ini acap kali membahas tentang kepedulian muslimah terhadap Palestina khususnya wanita dan anak-anak. Kajian ini memberikan pengetahuan kepada muslimah untuk dapat membantu dengan do’a dan apapun yang bisa dilakukan seperti menyumbangkan pakaiannya atau menyisihkan sedikit hartanya untuk Palestina. “Tidak hanya muslimah saja yang berpartisipasi dalam membantu Palestina ini namun Non Muslim pun diperbolehkan asalkan mengerti tujuan dari agenda ini, agar tidak disalahartikan,“ tambah Mahasiswi Jurusan Fisika ini.

Dwitaria Puspitasari selaku Ketua Keputrian Birohmah Unila menambahkan bahwa awal aksi muslimah dimuali dengan celengan-celengan kecil bergantung di tas mereka yang disebar kebeberapa fakultas di Unila. Celengan-celengan tersebut digunakan untuk saving dana Palestina. Aksi perdana ini berhasil mengumpulkan dana tiga juta rupiah.  Setelah itu, dilakukan Shalat Ghaib berjamaah di Mushala Pertanian Unila (23/11).

Selain aksi celengan bergantung yang menyebar diberbagai fakultas, puluhan mahasiswa muslim Unila melakukan aksi  yang dilaksanakan pada Jumat (23/11) disekitar Masjid Taqwa menuju Patung Gajah di daerah Tanjung Karang. Aksi ini juga diramaikan oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) se-Lampung yang ikut merasakan kedukaan yang mendalam atas kekejaman yang dialami Palestina.
“Kita melakukan aksi ini agar masyarakat ikut simpati, apalagi ibu-ibu yang awam akan hal ini dapat mengerti sehingga dapat membantu dengan do’a maupun usaha materilnya,“ ungkap Dwitaria diakhir wawancara.(Erika/Novazila/Viendira)

Hima dan UKM Memiliki Keinginan dan Ambisi Kepengurusan


Tidak ada yang patut di salahkan dalam hal ini, hanya saja sistem perencanaannya yang harus diperbaiki. Ego dalam setiap UKM atau Hima pasti ada demi mengoptimalkan kegiatan yang terlaksana karena masing-masing punya keinginan dan ambisi kepengurusan,” ujar Afdi Patria selaku Ketua DPMF.

Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) setiap bulannya mengadakan hearing (rapat umum). Hearing ini dilaksanakan untuk membahas lokakarya dari masing-masing UKM dan Hima untuk satu bulan kedepan. Namun, seringkali jadwal-jadwal yang disepakati masih saja terjadi bentrok dalam hal teknis pelaksanaannya.
Terkadang dalam waktu yang bersamaan ada dua LK  yang mengadakan kegiatan kemahasiswaan. Ketika kegiatan yang berbarengan adalah sesama Hima tidak ada masalah, namun yang bermasalah adalah ketika agenda Hima berbarengan dengan UKM.

Afdi Patria selaku Ketua DPM menjelaskan bahwa seharusnya tidak ada satu pun kegiatan yang bertabrakan kalau sudah diadakannya hearing. “Ketika ada jadwal yang bertabrakan ada dua kemungkinan; yang pertama jadwal kegiatan dimundurkan karena ada jadwal tambahan dari pihak Unila atau dekanat. Yang kedua karena ketidaksiapan panitia dan ketidaksanggupan peserta untuk membagi waktunya mungkin karena terlalu padatnya event yang berdekatan dalam minggu-minggu tersebut,” paparnya.

Mahasiswa Ilkom ini juga menambahkan apabila satu kegiatan mundur, secara otomatis yang lain juga ikut mundur. Sebenarnya tidak perlu terlalu banyak kegiatan, sedikit asalkan bermanfaat. Tidak ada yang patut di salahkan dalam hal ini, hanya saja sistem perencanaannya yang harus diperbaiki. Ego dalam setiap UKM atau Hima pasti ada demi mengoptimalkan kegiatan yang terlaksana karena masing-masing punya keinginan dan ambisi kepengurusan.

Menanggapi hal ini, Mujiono selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) memaparkan bahwa ketika menghadapi situasi seperti ini harus melihat berbagai segi dan kondisi, ketika bertabrakan mungkin karena lebih kepada jadwal yang padat. Kendala terbesar terdapat dalam segi pendanaan, itulah yang menyebabkan banyak LK yang dimundurkan. Yang membentur kegiatan Hima biasanya UKM, karena UKM tidak punya mahasiswa.

”Himafi sendiri tidak pernah mengalah, selalu tepat waktu sesuai yang disepakati pada saat hearing. Ketika ada jadwal yang bertabrakan rasa kecewa pasti ada karena penyelenggara panitia pelaksana dan peserta tidak bisa secara maksimal berkontribusi dengan baik,” tuturnya.

Agung Supriyanto selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kimia (Himaki) pun menyatakan bahwa apabila suatu acara jalan secara bersamaan tidak mungkin untuk mengikutsertai keduanya. Secara otomatis masa terbagi, dalam hal ini harus diprioritaskan mana yang lebih penting. “Pimpinan yang baik harus mengoptimalkan penempatan anggotanya, ada saatnya dia dibutuhkan diluar ada saatnya dia kembali. Mengajarkan seseorang berbuat baik harusnya menggunakan cara yang baik. Tanamkan kecintaan jurusan lalu kecintaan pada Fakultas, buang jauh jauh ego, jangan pernah mementingkan ego. menghilangkan ego kelompok jauh lebih sulit dari pada menghilangkan ego pribadi,” lanjutnya.

Hal berbeda dikatakan oleh Eko Budiono selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio), baginya ketika dihadapkan pada kegiatan yang sama dengan UKM lain. Kecewa pasti, tetapi tidak boleh egois selama tidak mengganggu jalannya acara tidak ada masalah.

 Menanggapi hal ini, Pembantu Dekan III, Tugiyono, M.Si. Ph.D., menuturkan bahwa seharusnya tidak perlu banyak agenda dari masing-masing UKM dan Hima yang memberatkan khususnya untuk mahasiswa baru. “Di semester satu dan dua adalah masa-masa rawan dalam menjajaki dunia perkuliahan. kegiatan harus benar-benar yang bermanfaat dan mempunyai output yang baik,” ujarnya (9/12).

Dosen biologi ini menambahkan, untuk menghindari kegiatan yang terjadi secara bersamaan ketika lokakarya perancangan program kerja harus disosialisasikan supaya tidak ada yang lupa dengan jadwal yang sudah ditetapkan,syarat-syarat harus disepakati secara bersama. BEM dan DPM Harus sering berkomunikasi dan berfungsi secara maksimal, jangan jalan sendiri-sendiri. Ketika terjadi suatu masalah harus ada laporan yang jelas.

“PD III hanya menerima hasil dari yang telah dimusyawarahkan seluruh lembaga kegiatan kemahasiswaan. Selebihnya dikembalikan lagi kepada para mahasiswa pimpinan UKM dan Hima masing-masing untuk tidak melanggar peraturan jadwal yang telah disepakati. peraturan dibuat untuk ditaati, bukan untuk dilanggar,” jelasnya diakhir wawancara. (Imas/Tira/Audina/Annisa/Nurmayanti/Ulfah)


Movies Post

Sports

Music

Music

Business

IpTek

Games

Video

Archive

Fashion

Berita

728x90 AdSpace

Travel

Link List

Fashion

Label

Design

Movies

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Fashion

Sports

Movies

News

Latest News

Slider

Recent Post

Games

Popular Posts

Ads

Blogroll 2

Random Post

Links

sains